Diksuswati XVI IMM Bone Teguhkan Jati Diri Immawati

Bagikan

BONE — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) jurusan Bahasa, MIPA, Sosial, dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Bone menggelar Diksuswati I Angkatan XVI bertajuk “Peneguhan Jati Diri Immawati sebagai Pilar Ikatan” di Aula A. Abdullah Unim Bone, Jumat hingga Ahad, 5–7 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti kader Immawati IMM dan menghadirkan sejumlah pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah, serta unsur pimpinan universitas.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas, kapasitas kepemimpinan, dan peran strategis Immawati dalam gerakan IMM maupun persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV Unim Bone Bapak Tansini, yang menekankan pentingnya eksistensi kader perempuan dalam berbagai ruang pengabdian.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Unim Bone menyampaikan bahwa kader Immawati harus mampu hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. “Immawati ada di mana-mana, tetapi tidak ke mana-mana,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kader perempuan Muhammadiyah harus memiliki arah perjuangan yang jelas serta tetap berpegang pada nilai-nilai organisasi. Menurutnya, penguatan ideologi dan kepemimpinan menjadi bekal penting bagi kader dalam menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.

 

Ketua Panitia, Immawati Riana, mengatakan Diksuswati merupakan salah satu jenjang kaderisasi khusus yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kader perempuan IMM.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Immawati PC IMM Bone, Immawati Mirnawati, menegaskan bahwa Immawati memiliki posisi penting sebagai pilar utama dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Menurut dia, penguatan kapasitas kader perempuan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar untuk menjaga keberlanjutan gerakan IMM. “Immawati adalah pilar utama di IMM. Karena itu, setiap kader harus memiliki kualitas intelektual, spiritual, dan kepemimpinan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” kata Mirnawati.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Bone Bunda Murniati dalam Amanat nya , menekankan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin. “Perempuan juga memiliki peran sebagai pemimpin dan harus mampu mengambil bagian dalam proses pembangunan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta.

Bunda Murniati juga menjelaskan bahwa kepemimpinan perempuan tidak hanya dibutuhkan dalam lingkup organisasi, tetapi juga dalam keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial. Menurutnya, kader Immawati perlu terus meningkatkan kapasitas intelektual serta kemampuan komunikasi agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bone, Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru Unim Bone yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Amali II, Wakil Dekan FPP Unim Bone, Ketua Program Studi Agribisnis Unim Bone, Pimpinan Cabang IMM Bone, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bone, alumni IMM, serta pimpinan komisariat IMM se-Kabupaten Bone. Kehadiran berbagai unsur pimpinan itu menunjukkan dukungan terhadap proses kaderisasi perempuan di lingkungan IMM.

Selain sesi pembukaan, peserta mengikuti sejumlah materi yang berfokus pada penguatan ideologi, kepemimpinan, keimmawatian, dan pengembangan kapasitas diri. Para peserta juga diberikan ruang diskusi untuk membahas tantangan serta peluang perempuan dalam organisasi dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, IMM Bone berharap lahir kader-kader Immawati yang memiliki integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian yang kuat. Diksuswati I Angkatan XVI diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin perempuan Muhammadiyah yang mampu berkontribusi bagi organisasi, persyarikatan, dan pembangunan masyarakat di masa depan.

 

Scroll to Top