Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) menggelar temu diskusi dengan International Test Center (ITC) untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan. Pertemuan strategis ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu, 26 Juli 2026.
Diskusi ini dihadiri langsung oleh Rektor UNIM Bone, Dr. H. Muhammad Jafar, S.Pd., M.Pd., bersama Team Leader of Education Development Division ITC, Alisia Nunik M. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas program penguatan kompetensi global bagi mahasiswa guna mencapai standar internasional.
Kerja sama ini diinisiasi sebagai respons terhadap arah kebijakan perguruan tinggi tahun 2026 yang berfokus pada paradigma “Kampus Berdampak”. UNIM Bone berupaya mengintegrasikan standardisasi internasional ke dalam sistem pembelajarannya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik secara keseluruhan di lingkungan kampus.
Alisia Nunik M menjelaskan bahwa program sertifikasi ini ditujukan secara khusus untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026. Peningkatan daya serap alumni di dunia kerja menjadi salah satu fokus utama dari rencana kolaborasi pendidikan ini. Selain itu, pengembangan reputasi institusi juga menjadi target penting yang ingin dicapai secara bersama.
Melalui penjajakan kerja sama ini, UNIM Bone menunjukkan komitmen kuat untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Mahasiswa juga dituntut memiliki kompetensi terukur yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri masa kini. Oleh karena itu, penerapan program sertifikasi berstandar global dinilai sebagai langkah yang sangat krusial.
ITC sendiri merupakan organisasi internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, khususnya pada sektor sertifikasi dan pengembangan kompetensi di Indonesia. Organisasi ini bertindak sebagai Country Master Distributor (CMD) resmi dari Educational Testing Service (ETS) yang berpusat di Amerika Serikat. ITC membawa misi utama untuk terus membantu peningkatan mutu pendidikan di seluruh penjuru dunia.
ETS dikenal luas sebagai lembaga independen terbesar di dunia yang memproduksi berbagai sertifikasi kemampuan terkemuka, seperti TOEFL dan TOEIC. Misi utama dari ETS adalah memajukan mutu serta kesetaraan pendidikan dengan senantiasa memberikan sistem penilaian yang jujur dan valid. Produk pengukuran yang dihasilkan telah digunakan di berbagai negara untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Dalam praktik operasionalnya, layanan asesmen ITC mencakup berbagai sektor seperti pemerintahan, perusahaan swasta, hingga institusi perguruan tinggi. Mereka secara aktif berupaya membantu tenaga kerja dan para pelajar di Indonesia untuk mencapai standar internasional dalam aplikasi keterampilan praktis. Pengujian yang diselenggarakan dijamin akurat untuk membuktikan kualitas dan kompetensi terbaik dari para pesertanya.
Temu diskusi awal ini menjadi ajang perkenalan bagi ITC untuk memaparkan layanannya secara lebih komprehensif kepada jajaran pimpinan universitas. Pembahasan berlangsung interaktif dengan menelaah potensi pemanfaatan tes kompetensi sebagai nilai tambah kelulusan mahasiswa. Pihak kampus dan perwakilan ITC menyepakati pentingnya sebuah sinergi konkret untuk menjawab tantangan industri global.
Diharapkan, penjajakan awal kerja sama ini dapat segera terealisasi menjadi langkah nyata yang berkelanjutan dalam mendukung capaian kinerja UNIM Bone. Kolaborasi konstruktif ini diyakini akan menjadi pijakan yang sangat baik dalam mendongkrak mutu pendidikan di institusi tersebut. Pada akhirnya, sinergi antara kampus dan lembaga sertifikasi internasional diproyeksikan mampu membekali para mahasiswa dengan kualifikasi yang sangat kompetitif.
